Posts

Showing posts with the label Sejarah Nusantara

Siapakah yang Disebut Raja Jawa? | Menelusuri Penguasa Pulau Jawa

Image
[Historiana] - Jika kita menyebut "Raja Jawa" akan terpikir baha sosoknya adalah "Hayam Wuruk" dari Kerajaan Majapahit. Bukan! Mahaprabu Hayam Wuruk bukan Raja Jawa. Ia Raja Nusantara, kecuali wilayah Pajajran atau Sunda-Galuh. Mahaprabu Hayam Wuruk memang berkedudukan di Pulau Jawa, tepatnya di Trowulan, Jawa Timur. Lalu apa kategori raja Jawa? Raja Jawa adalah seorang penguasa yang menguasai Pulau Jawa saja. Dalam artikel ini, kita tidak sedang membahas daftar raja-raja yang ada di Pulau Jawa. Pembahasan difokuskan kepada sosok raja yang menguasai seluruh Pulau Jawa. Secara umum teritorial wilayah Pulau Jawa di mulai dari wilayah Banten sekarang, Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, DIY Yogyakarta hingga Jawa Timur. Meskipun dalam sistem ketata-negaraan zaman kerajaan tidak mengenal teritorial kewilayahan.  Baca juga:  Ramalan Jayabaya: Terbelahnya Pulau Jawa, Sudah Terbukti? Pengetahuan yang mendasari representasi wilayah Sunda disemaikan oleh pemerintah Kolonial B...

Peta Kuno Sunda sebagai Jakarta di Zaman dulu | Sesaat Setelah Pajajaran Runtuh

Image
[Historiana] - Sejarah tentang kota Jakarta atau Jayakarta yang dahulu bernama Batavis telah banyak dibahas di berbagai media. Baik buku, surat kabar, jurnal, working paper dan lain-lain. pun demikian dengan Batavia yang dulu Jayakarta itu sebenarnya bernama Sunda Kalapa. Berikut beberapa peta kuno keberadaan Sunda sebagai Jakarta di zaman Kerajaan. Atlas Ortelius Peta Indiae Orientalis, karya: Abraham Ortelius tahun 1584 Peta di atas adalah Atlas Ortelius. Pengaruh peta Ortelius ini dan lainnya berasal dari popularitas dan dominasi atlasnya di pasar Eropa. Pada 1570, Ortelius menerbitkan atlas modern pertama; yaitu, satu set peta seragam dengan teks pendukung yang dikumpulkan dalam bentuk buku. Sebelumnya, ada koleksi peta terikat lainnya, khususnya Lafreri di Italia, tetapi ini adalah set petayang dipilih dan terikat bersamaan pada permintaan. Jakarta masih ditulis "Sunda" pada peta tahun 1584 Karya Abraham Ortelius Theatrum Orbis Terrarum, atlas Ortelius, mengalahkan atlas...

Ramalan Jayabaya: Terbelahnya Pulau Jawa, Sudah Terbukti?

Image
[Historiana] - Kepercayaan di Nusantara, khususnya Jawa, bahwa ramalan Jayabaya tentang terlahnya Pulau Jawa masih menggelayuti alam pemikiran selama ini. Mitos terbelahnya Pulau Jawa juga berangkat dari isi Ramalan Jayabaya. Tepatnya pada bait ke-164 yang memuat kalimat: “…nugel Tanah Jawa kaping pindho…” Artinya adalah ‘mematahkan Tanah Jawa kedua kali’. Memang, ada kepercayaan bahwa Pulau Jawa sudah pernah terbelah sebelumnya. Yaitu ketika pulau padat penduduk ini masih bergabung satu daratan dengan Pulau Sumatra. Gunung yang letusannya konon mampu membelah Jawa dan Sumatra ini adalah Gunung Krakatau. Tetapi itu letusan yang dulu sekali. Bukan letusan besar di tahun 1883 yang kekuatannya disinyalir 30.000 kali lipat kekuatan bom atom Hiroshima-Nagasaki. Pandangan itu menyandarkan pada pemahaman bahwa terbelahnya Pulau Jawa secara harfiah. Artinya secara fisik, secara geografis dan geologis, tanah Jawa benar-benar terbelah. Tentu saja, kondisi bila hal itu terjadi sangat mengerikan....

Kerajaan terpecah oleh Belanda, Belanda Pergi - Bagaimana Sekarang?

Image
[Historiana] - Nusantara dijajah Belanda, konon selama 350 tahun. Jejak bukti masa penjajahan - koloniaslime Belanda dapat kita temukan dalam berbagai bentu. Tinggalan berupa bangunan fisik hingga memengaruhi sisi kehidupan sosial - politik di Indonesia sekarang. Belanda pemecah belah bangsa! seperti itu kalimat-kalimat yang kita dapati dari berbagai sumber sejarah, baik di bangku sekolah, buku-buku, maupun media online yang bertebaran di dunia maya. Memang benar politik pecah belah atau politik adu domba Belanda sangat kita kenal sebagai "devide et impera". Bukti sejarahnya adalah beberapa kerajaan yang semula utuh kemudian terpecah-pecah. Mulai Kerajaan terpecah menjadi 2, ataupun terbelah-belah lagi. Semua itu salah Belanda. Kerajaan Mataram Islam pecah Kerajaan yang konon terpecah belah oleh VOC Belanda contohnya Mataram Islam yang terpecah menjadi 2 kerajaan yakni: Mataram Barat yakni KesultananYogakarta, diberikan kepada Mangkubumi dengan gelar Sultan Hamengku Buwono I....

Mengenal Negara Pasundan di Awal kemerdekaan RI

Image
[Historiana] - Bagi kalangan milenial, adanya negara Pasundan mungkin sangat asing di telinga. namun, adanya negara ini adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Negara Pasundan adalah salah satu negara bagian dari negara federal Republik Indonesia Serikat (RIS) yang didirikan oleh Belanda pada tanggal 24 April 1948. Letak negara Pasundan di bagian barat Pulau Jawa (sekarang DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Banten) dan beribu kota di Bandung. Presiden pertama dan terakhirnya adalah Raden Aria Adipati Wiranatakoesoema. Berdirinya Negara ini sangat tergantung akan bantuan Belanda, tampak terlihat saat Raden Soeriakarta Legawa akan memproklamasikan pendirian negara ini di Bandung tahun 1947, Raden Soeria Kartalegawa menunggu terlebih dahulu Pasukan Divisi Siliwangi yang hijrah ke Yogyakarta pergi.[1] Pada konferensi ketiga pembentukan Negara Pasundan terdapat banyak peserta yang pro republik yang dipimpin oleh Raden Soejoso, eks Wedana Senen, Jakarta. Dari tiga kali hasil konferen...

Asal usul Uang "Cicis" dalam Budaya Sunda

Image
Koin lain di era Majapahit bergambar wayang. (Denita Br Martondang/detikcom) [Historiana] - Bagi Anda orang Sunda, tentu pernah mendengar istilah "Cicis" . Istilah ini mengacu pada uang, biasanya uang logam atau bahkan uang kertas. Hanya saja istilah "cicis" biasanya untuk anak kecil. Pernahkah Anda bertanya: Darimana asal-usul istilah Cicis ini? Baca juga:  Mengapa Uang Ini Disebut "Lima Ribu Perak"? | Sejarah Mata Uang Nusantara Barangkali istilah "Cicis" berasal dari kata "Picis" . Istilah Picis berarti uang yang berasal dari Zaman klasik kerajaan Majapahit. Mata uang ini terutama terbuat dari tembaga dan digunakan terbatas pada akhir abad ke-10 M. Mata uang tembaga Tiongkok diimpor secara besar-besaran ke Jawa seiring meningkatnya perdagangan dengan Tiongkok pada abad 11 M dan awal abad 14 M. Mata uang ini kemudian dikenal dengan sebutan picis . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  Picis  adalah uang yang bernilai sepuluh ...

Waspada Bila ada Arca Ganesha

Image
[Historiana] - Waspada bila ada arca Ganesha di dimaksudkan pada salah satu fungsinya. Arca Ganesha yang kini banyak tersimpan di Museum Nasional Jakarta berasal dari berbagai lokasi. Paling banyak dari candi-candi yang telah rusak atau dari reruntuhan candi peninggalan Kerajaan Kediri dan Singasari. Sebaran Arca Ganesha di Indonesia hampir merata di seluruh Nusantara. Selain dari percandian, beberapa arca Ganesha ditemukan dari lokasi-lokasi di luar kompleks percandian atau pura. Salah satu fungsi Arca Ganesha adalah Inilah yang dimaksud adalah fungsinya yang dipuja sebagai dewa penyingkir segala rintangan, baik gangguan gaib (magis) maupun gangguan fisik. Keberadaanya ditemukan di lereng-lereng bukit terjal yang rawan longsor, di tepi sungai, di tepi laut dan di hutan-hutan pedalaman yang dianggap angker. Mengingat alasan fungsi Arca Ganesha sebagai penyingkir rintangan dan bahaya perlu menjadi kewaspadaan kita di zaman modern ini. Arca "The Lost Ganesha" Gepolo Prambanan...

Prediksi Prabu Siliwangi soal Kaum yang Gemar Menyesatkan

Image
[Historiana] - Mengamati gejolak politik, tepatnya gejolak masyarakat Indonesia yang seakan lupa jati diri, lupa tujuan berbangsa dan menafikan kebhinekaan Nusantara. Kondisi ini mengingatkan penulis pada "Prediksi Prabu Siliwangi soal Kaum yang Gemar Menyesatkan" yang tercantum dalam Pantun Bogor (PB).         Rawayan arinyana baris boga karep sakabeh anu disarebut jelema di iyeu jagat mudu ngan nyembah hiji sesembahan dina hiji sesebutan basa hiji bangsa bae Padahal, eta panyembahan teh saenyana mah panyembahan sakabehan ti babaheula dina sesebutan sewang-sewang basa sorangan panyembahan mah eta keneh eta bae anu ngan beda wungkul sesebutan lantaran beda bangsa nu boga basa Tapi dasar anu eukeur karareder dina pikir nya arembung disina ngarti tapi rasa arinya bae pangbenerna… Terjemahan dalam bahasa Indonesia: Anak keturunan mereka akan punya keinginan semua yang disebut manusia di jagat ini harus hanya menyembah satu sesembahan dalam sebutan ba...

Begini Kisah Leluhur Nusantara tentang Gempa Bumi dan Tsunami

Image
[Historiana] - Manusia Nusantara "akrab dengan bencana". Banyak ragam kearifan lokal di Indonesia yang mencatat peristiwa gempa bumi dan tsunami pada masa silam. Nusantara memang akrab dengan bencana sejak dahulu kala, dan dibalas alam dengan anugerah yang melimpah-ruah. Dari ujung barat di Aceh, ke tengah di Jawa, Bali, juga jajaran Kepulauan Nusa Tenggara, hingga ke kawasan timur yang meliputi Sulawesi, Maluku, sampai Papua, pernah mengalaminya. Kearifan lokal masyarakat di berbagai wilayah Nusantara telah mengabadikan memori gempa bumi dan tsunami dari masa ke masa itu, yang terbalut dalam babad, naskah, syair, cerita rakyat, hingga kidung atau rupa hikayat lainnya. Gempa dan Tsunami Bali dalam Babad Menjelang tengah malam tanggal 22 November 1815, gempa bumi besar mengguncang Bali hingga Nusa Tenggara. Pulau bergetar hebat. Terdengar suara menggelegar bak halilintar. Tanah-tanah longsor, gunung-gunung retak, bukit-bukit runtuh. Singaraja, pusat pemerintahan Kerajaan Bulel...

Mandala Pasirluhur: Cikal Bakal Kerajaan Pasir Luhur Banyumas | Mandala Tatar Sunda

Image
[Historiana] - Masih dalam artikel maraton tentang Kabuyutan atau Kamandalaan di tatar Sunda . Kamandalaan di tatar Pasundan adalah tempat suci dan tempat mempelajari ilmu keagamaan dalam agama Jati Sunda dan dipimpin oleh seorang Resi Guru. Kabuyutan berasaldari bahasa Sunda yaitu Uyut yang dapat diartikan leluhur. Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua pengertian. Pertama, sebagai turunan keempat (anak dari cucu) atau leluhur keempat (orang tua dari nenek dan kakek). Kedua, sebagai pantangan atau tabu alias cadu atau pamali. Kadang-kadang pengertian kabuyutan berfungsi sebagai kata sifat. Kata ini mengandung konotasi pada pertautan antargenerasi, bentangan waktu yang panjang, dan hal-ihwal yang dianggap keramat atau suci. Benda-benda tertentu, peninggalan para leluhur kerap dianggap kabuyutan, misalnya goong kabuyutan. Ada juga istilah satru kabuyutan yaitu musuh kabuyutan (musuh bebuyutan) berarti musuh yang turun-temurun, dan sukar berakhir. ...