Posts

Showing posts with the label Agama Hindu

Benarkah Prabu Siliwangi dan Prabu Brawijaya V Moksa? | Adakah Moksa di Zaman Modern ini?

Image
[Historiana] - Kisah "menghilangnya" Prabu Siliwangi, Maharaja Sunda Pajajaran telah menjadi legenda yang dipercayai sejak ratusan tahun yang lalu. Demikian pula Prabu Brawijaya V, Maharaja Majapahit diakhir masa kejayaannya. Peristiwa "menghilangnya" dua sosok tersebut dikenal sebagai "Moksa". Kisah kedua sosok Maharaja juga terjadi moksa akibat penyerangan dari "anaknya" yang sekaligus membawa ajaran baru di tanah Jawa-Sunda. Apa sebenarnya Moksa itu? Apakah di Zaman sekarang ini masih ada moksa? Istilah Sunda Buhun menyebutnya Ngahiyang sebagai kata setara dengan Moksa. Moksa adalah salah satu sradha dalam Agama Hindu yang merupakan tujuan hidup tertinggi Agama Hindu (Panca Sradha dan Catur Purusa Artha). Diantara semua makhluk hidup di dunia ini, maka manusia adalah yang termulia, menurut ajaran agama Hindu. Manusia dapat berbuat baik maupun buruk. Orang sepatutnya bersyukur dan berbesar hati lahir sebagai manusia. Menjelma menjadi manusia s...

Nusantara dipimpin Ratu | Sejarah Monarki di Nusantara sebelum Masehi

Image
[Historiana] - Kita mengenal nama-nama Kerajaan dan Rajanya di Nusantara. Tahukah Anda bahwa Istilah Ratu adalah asli dari Nusantara. Istilah ratu masih berkerabat dengan istilah Datu dan Latu (latuhalat = ratu barat). Istilah ratu sesungguhnya merupakan bahasa asli Nusantara, khususnya bahasa Jawa dan Sunda Kuno. Ratu berarti penguasa atau pemimpin suatu kelompok dan gelar ini tidak memandang jenis kelamin. Prasasti Canggal misalnya, menyebut raja pertama Mataram Hindu sebagai "Rake Mataram Sang Ratu Sanjaya". Dalam sejarah Kerajaan Singhasari terdapat nama Mahisa Campaka yang menjabat sebagai "Ratu Angabhaya". Baik Sanjaya maupun Mahisa Campaka adalah nama laki-laki. Namun keduanya masing-masing bergelar "ratu". Hal itu menunjukkan kalau "ratu"tidak harus identik dengan perempuan. Demikian pula di Kerajaan Pajajaran. Dalam prasasti Batutulis diberitakan bahwa Sri Baduga dinobatkan dua kali, yaitu yang pertama ketika Jayadewata menerima tahta K...