Posts

Showing posts with the label opini

Gempa Bumi adalah Azab? Urang Kanekes Baduy Diberkati?

Image
Ilustrasi Gempa bumi. Foto: banten.co [Historiana] - Sudah seperti kita duga pasca-bencana di Indonesia. Muncul perdebatan secara tak langsung tentang gempa 7.4 SR dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Ada yang menduga sebagai azab. Sebagian meyakini sebagai fenomena alam biasa. Mana yang benar? Bencana tentu mendatangkan kesedihan bagi setiap orang. Bahkan ada yang sampai merasakan kesengsaraan karena kehilangan anggota keluarganya. Sayangnya, ada sebagian saudara kita yang dengan seketika menghukumi bencana alam sebagai azab. Mereka menggunakan sejumlah dalil untuk menguatkan pandangannya. Pandangan ini agak menyakitkan. Terutama bagi saudara kita yang menjadi korban bencana. Sudah kehilangan keluarga maupun harta, mereka masih terkena sangkaan sedang diazab. Naudzubillah. Baca juga:  Gempa Bumi Guncang Nusantara: Negeri Yang Diazab Tuhan? Negeri Terkutuk? Kejadian gempa bumi di Nusantara yang kini menjadi Indonesia bukanlah hal yag baru. Di awal tahun 2018 ini saja terj...

Rute Perjalanan Ratna Sarumpaet ke Chile dalam Peta Bumi Datar

Image
[Historiana] - Ratna Sarumpaet akan bertolak ke Chile, Kamis (4/10/2018) malam ini, sebelum akhirnya ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dia rencananya ke Chile melalui Turki. Artikel ini tidak akan membahas masalah politik. Kita bahas yang ringan-ringan saja, sambil me-refresh tentang heboh diskusi bumi datar. Percaya atau tidak tentang Bumi Datar, anggap saja sebagai diskusi yang semakin menyadarkan kita untuk "belajar mendengar dari yang berbeda pendapat" termasuk tentang bumi Datar, baik sisi logis ataupun dianggap sebagai ilusi semata. Kepergian Ratna sarumpaet menarik dari sisi rute perjalanannya. Diberitakan, Sarumpaet berangkat dari Jakarta, kemudian transit di Isntabul turki, selanjutnya menuju Santiago Chile di benua Amerika Selatan. Jika dalam peta Bumi Datar, rute perjalanan "sepertinya" lebih mudah melintasi Samudera Pasifik. tetapi tidak demikian rutenya. ya... ya... alasannya mungkin karena "menyeberan...

Saya Bukan Ulama, Tetapi Mimpi Bertemu Imam Mahdi

Image
Ilustrasi [Historiana] - Sejarah manusia dari masa ke masa menghadapkan kita pada munculnya penderitaan (rising of frustration) dan sekaligus memunculkan harapan (rising of expectation) . Ibarat dua sisi koin mata uang. Pun demikian dalam sejarah kemanusiaan dan keagamaan. Dalam Islam, kita sangat mengenai sosok Imam Mahdi. Rincian bahasannya banyak diungkapkan para ulama di seluruh dunia. Pun demikian di Indonesia. Lalu... saya pernah bermimpi bertemu Imam Mahdi. Ini hanya pengalaman pribadi. Saya bukan ulama bahkan santri pun tidak. Namun, suatu hari, sekira 4 bulan yang lalu di tahun 2018 ini saya bermimpi bertemu dan bahkan bersalaman dengan Al-Mahdi. Oh iya, saya bertemu dengan beliau dibawa oleh guru ghaib saya. lalu saya meminta kepada al-Mahdi (Imam Mahdi) untuk tidak mengatakan atau menyampaikan apapun kepada saya. takut menjadi beban. Karena bila saya mendengar atau menerima pesan atau sesuatu dari al-Mahdi, berarti harus disampaikan kepada orang lain. Bila saya menyampaikan...

Tagar 2019 Ganti Presiden dan 20 Tahun Reformasi 98 | Indonesia Mundur

Image
[Historiana] -Adanya Hashtag (#) 2019 Ganti Presiden telah membuat kegaduhan dimana-mana. Media sosial telah menjadi arena pertempuran bahkan berbagai forum dan kesempatan munculnya hashtag ini telah menjelma menjadi persekusi, ujaran kebencian dan kekerasan psikis dan fisik. Reformasi 1998 telah berlalu 20 tahun. Saya adalah bagian dari saksi sejarah hilangnya teman-teman aktivis dan kerusuhan yang mengerikan di bulan Mei tahun itu. Jauh-jauh hari sebelum reformasi terjadi, forum-forum diskusi mahasiswa kerapkali mendapat tekanan dari rezim penguasa dengan kaki-tangannya yang tersebar di mana-mana. Bahka dalam diskusi diruangan tertutup pun ternyata "dinding-dinding bertelinga". Tak ayal, aparat akan menangkap kami, mahasiswa yang membahas tentang penguasa Orde Baru saat itu. Tahun 1997 terjadi Krisis Moneter (Krismon) yang diikuti krisis ekonomi. Kondisi ini seketika memutar balikan keadaan. Mahasiswa bersama Rakyat turun ke jalan-jalan. Demonstrasi besar-besar pun terjadi...

Setuju Pentingnya Sertifikasi Mubaligh (Pencermah). Guru Ngaji dan Motivator Agama

Image
[Historiana] - Munculnya daftar 200 nama Mubaligh yang direkomendasikan pemerintah memunculkan kontroversi. Mengapa menjadi heboh? seharus tidak. Terlalu banyak pikiran buruk (suudzon) terhadap hal ini. bukankah suudzon dalam agama dilarang? ah tidak tahu. Silahkan Anda berpendapat. bebas saja. Daftar mubaligh Kementerian Agama (Kemenag) masih terus menuai kontroversi meski Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah meminta maaf. Ada yang menginginkan daftar itu dibatalkan saja, namun pemerintah tetap berkeras akan melanjutkan pembuatan list penceramah tersebut. Republika.com memberitakan bahwa Kemenag merasa program ini sangat bagus untuk mempermudah umat Islam mendapatkan informasi mubaligh yang terpercaya. Kemenag pun menampik tudingan ada motif politik atas pengumuman daftar mubaligh ini, mengingat ada banyak nama ustaz besar yang tidak tercantum. Seingat saya yang juga saya berprofesi sebagai Dosen di Perguruan Tinggi, saya memerlukan sertifikasi dari Pemerintah. Dalam hal ini sa...

Hanya Perbedaan Budaya yang Bisa Menghentikan Radikalisme dan Terorisme

Image
[Historiana] - Radikalisme adalah akar dari terorisme. Sejarah mengajarkan kita bahwa senjata dan kekuatan militer saja tidak akan mampu mengatasi terorisme. Pemikiran yang keliru hanya dapat diubah dengan cara berpikir yang benar. Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power . Selain pendekatan hard-power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft-power melalui pendekatan agama dan budaya. Menurut hemat penulis, pendekatan soft-power melalui agama bisa gagal. Kegegalan itu muncul akibat perbedaan sudut pandang (madzhab) ditambah lagi aliran pemikiran yang berbeda. Alhasil malah terjadi benturan demi benturan. Belum lagi ditambah dengan stigma pada agama lain sebagai kafir dan pembela thoghut yang tak dapat ditemukan titik persamaannya. Kita bisa mengambil jalur budaya. Kita sebagai orang Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa dan adat-budaya masing-masing bisa menjadi modal dalam menghentikan radikalisme. Mar...

Medsos Gaduh, Pilkada Ricuh | Politic is war

Image
Ilustrasi: Marc Creighton [Historiana] - Suasana gaduh media sosial (medos), pilkada ricuh? Politic is war. Tsun Tzu mengatakan bahwa politik adalah perang. Di tengah tibanya tahun politik ini, media sosial yang seakan menjadi “arena baru” pertarungan partai politik, berupa agitasi dan propaganda politik. Bahkan polarisasi pilpres 2014, yang menghadapkan Jokowi dan Prabowo, masih sangat terasa hingga sekarang. Masyarakat media sosial atau netizen terbelah, dan tak jarang saling melempar hoax, fitnah, maupun ujaran kebencian. Politik menginginkan hingar-bingar. Kegaduhan. Euforia. Kelatahan yang tak akan dibiarkan usai. Politik menafsukan persatuan dalam perceraian, begitu pula sebaliknya. Tidak ada kawan dan lawan yang yang abadi dalam politik. Yang abadi hanya satu: kepentingan, lebih khusus lagi yaitu kepentingan menguasai.. Oleh karena itu, yang terpampang dalam media sosial niscaya doa kemenangan. Ini adalah psikologi perang. Kegaduhan yang begitu mendalam di kalangan neti...